Wednesday, April 29, 2009

Neraka Pondok Indah - Kebayoran Lama

Koridor VIII (Harmoni-Lebak Bulus) sudah dua bulan beroperasi. Sayangnya kemacetan terus terjadi sehingga menjadikan perjalanan bus TransJ sangat lama dan jauh dari perkiraan.

Dari berbagai titik di koridor tersebut, titik terparah terjadi sepanjang Pondok Indah hingga fly over pasar Kebayoran Lama. Pada jam sibuk, melintasi jalan sepanjang 8 km tersebut bisa menghabiskan waktu hampir satu jam.

"Bisa 30 menit aja sudah untung," kata seorang penumpang bus TransJ, Maha (31), warga Ciputat kepada detikcom di halte Permata Hijau, Rabu, (29/4/2009).

Titik terparah berada usai underpass Kebayoran Lama. Pada jam sibuk, bus TransJ tertumpuk bersama macetnya kendaraan lain. Apalagi di jalan yang selalu padat tersebut ada 3 underpass sehingga penumpukan selalu tak terhindarkan.

"Banyak sabar Mas. Apalagi pas jam kerja," ujar Fitri (25) di tempat yang sama.

Usai macet di 3 underpass itu, kemacetan mengular lagi jelang perempatan Kodam. Usai melewati perempatan tersebut, bus TransJ menemui kemacetan setelah underpass Pondok Indah.

Bahkan di sepanjang Jalan Arteri Pondok Indah ini, kadang bus Transj harus mengalah keluar dari jalur busway karena dipenuhi mobil pribadi.

"Titik terparah di bundaran Pondok Indah mengular sangat panjang," kata seorang petugas TransJ yang tak mau disebut namanya.

Belum cukup melalui jalur neraka ini, pengguna bus TransJ harus sabar lagi menunggu jalan steril di perempatan Lebak Bulus. Semua jalur kemacetan ini pun berlaku sebaliknya. [detikcom]

Read More...

Saturday, February 21, 2009

Resmi beroperasi

Akhirnya Koridor VIII resmi beroperasi ditandai dengan pemecahan kendi oleh Gubernur Fauzi Bowo. Peresmian dilakukan Sabtu, 21 Februari 2009 di halte Transjakarta Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Usai seremoni, Foke beserta rombongan menaiki bus Transjakarta hingga halte Pondok Indah.
Sebelumnya koridor VIII direncanakan diresmikan 14 Februari lalu. Namun, lantaran sejumlah ruas jalan masih memerlukan pembenahan maka peresmian ditunda.

Busway Koridor VIII Diresmikan
Satu lagi pilihan alternatif angkutan umum akan segera bisa dirasakan oleh warga Jakarta. Busway Koridor VIII Lebak Bulus-Harmoni akan segera diresmikan oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo hari ini.
Kepastian iInformasi ini didapat dari situs TMC, Sabtu (21/2/2009). Peresmian ini akan ditandai dengan pemecahan kendi yang dilakukan oleh Gubernur DKI di depan para undangan.

Semula, peresmian ini direncanakan digelar pada 14 Februari lalu. Namun rencana itu urung dilaksanakan karena beberapa jalur bus Transjakarta koridor ini masih ada yang harus dibenahi.
Pembuatan jalur ini sempat mendapat pertentangan hebat dari warga sekitar kawasan Pondok Indah. Mereka sempat tidak setuju karena pembuatan jalur ini harus mengorbankan pohon yang membuat kawasan ini menjadi sedikit gersang.
Setelah disetujui pembangunan itu, peresmian jalur ini tidak kunjung juga dilaksanakan. Akibatnya, beberapa bagian halte menjadi rusak dan tidak terawat.
Apakah busway kali ini akan dapat mengatasi kemacetan atau justru semakin memperparah. [detikcom]

Read More...

Saturday, February 14, 2009

Siap beroperasi

Setelah sempat tertunda pengoperasiannya, bus Transjakarta (TransJ) koridor VIII Lebak Bulus-Harmoni akan siap mengangkut warga Jakarta pada 21 Februari 2009. Bahkan bus TransJ ini akan siap uji coba selama seminggu mulai Minggu 15 Februari 2009.

"Mudah-mudahan Sabtu depan sudah bisa kita jalankan. Sebelum jalur ini dioperasikan, akan dilakukan uji coba selama satu minggu mulai besok," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai uji coba TransJ koridor VIII di Halte Harmoni, Jakarta, Sabtu (14/2/2009).

Menurut Foke, begitu dia akrab disapa, 25 bus dipersiapkan untuk pengoperasian bus ini. Bus itu akan diperbantukan dari koridor II-VII.

Foke mengungkapkan, koridor VIII tidak akan menggunakan separator beton. Namun menggunakan separator dari karet. "Kita sedang mengkaji kemungkian apakah separator karet lebih baik," kata Foke.

Foke menambahkan, dengan menaiki TransJ, waktu tempuh dari Lebak Bulus hingga Harmoni hanya memakan waktu 1 jam lebih atau sekitar 77 menit.

"Untuk jalur seperti waktu tersebut lebih cepat dibanding menggunakan kendaraan pribadi," pungkasnya.[detikcom]

Read More...

Friday, May 30, 2008

Koridor 8 segera beroperasi

Tiga koridor busway baru bus Transjakarta akan segera dioperasikan. Rencananya, tiga koridor masing-masing Koridor VIII (Lebak Bulus-Harmoni), Koridor IX (Pinang Ranti-Pluit), dan Koridor X (Cililitan-Tanjung Priok), akan beroperasi Juni 2008 mendatang. Pengoperasian tiga koridor baru itu juga dibarengi dengan peluncuran bus gandeng.

"Bulan Juni nanti, tiga koridor busway termasuk bus gandengnya akan dioperasikan," kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Kamis (29/5).

Keberadaan bus gandeng itu, kata Fauzi, sangat diperlukan. Sebab, berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa koridor yang memerlukan daya angkut yang lebih banyak, sehingga diperlukan bus gandeng yang memungkinkan dapat memenuhi keinginan masyarakat.

Meski demikian, ungkap Fauzi, tentu ada beberapa masalah lain yang mengakibatkan operasional busway terganggu. Diantaranya, masih terbatasnya jumlah stasiun bahan bakar gas (SPBBG), serta belum lancarnya pendistribusian gas ke SPBBG. "Untuk pengendalian pencemaran udara, kita serius untuk menggunakan bus berbahan bakar gas," katanya. "Tapi masalahnya pendistribusian gas dan tempat pengisiannya masih minim," ungkapnya.

Busway, ujar Fauzi, merupakan salah satu program Pemprov DKI untuk mengatasi kemacetan yang diakibatkan karena tidak seimbangnya jumlah pertumbuhan kendaraan dengan pertumbuhan jalan.

Apalagi berdasarkan hasil survei, lanjut Fauzi, jumlah mobil baru yang masuk ke Jakarta setiap hari mencapai 320 unit dan sepeda motor mencapai 1.707 unit. "Itu adalah kendaraan baru yang dibeli masyarakat setiap hari. Dan tentunya mereka menggunakan jalan di Jakarta," ujarnya.

Mantan Wagub DKI ini memaparkan minat warga Ibukota terhadap bus Transjakarta cukup besar. Buktinya, sepanjang tahun 2007, pengguna busway tercatat sekitar 61 juta penumpang. Tahun ini dengan penambahan jumlah koridor dan armadanya, diharapkan penggunanya akan lebih banyak lagi. "Jumlah penumpangnya cukup banyak, padahal jumlah koridornya baru tujuh dan total panjang koridornya belum mencapai 100 kilometer," tukasnya. "Busway ini merupakan alternatif yang sangat efektif untuk mengendalikan kemacetan di Jakarta. Dan nantinya akan lebih sempurna lagi jika monorail dan subway juga beroperasi," pungkasnya.

Rapat dengar pendapat Pemprov DKI dengan Komisi V DPR RI yang dipimpin Muqoan dari Fraksi Partai Persatuan Pembanguan (PPP) berjalan lancar. Dan hasil rapat menyimpulkan bahwa Komisi V mendukung Pemda DKI mengembangkan dan meningkatkan pola transportasi seuai dengan ketentuan. Dan sepakat untuk mempercepat penyediaan sarana pengisian bahan bakar gas.

Read More...

Saturday, April 5, 2008

Tidak bertanggungjawab dan tanpa perencanaan

Koridor 8-10 siap beroperasi September 2008. Koridor bus transjakarta ini akan menggunakan 87 bus hasil lelang koridor 4 - 7 sehingga masyarakat pengguna jasa transportasi massal ini dapat segera menikmatinya.

Gubernur Fauzi Bowo mengungkapkan kemarin sore, Kepala Dinas Perhubungan DKI Nurachman juga menyatakan. ”Asalkan disetujui gubernur, pengoperasian koridor 8-10 dapat dimulai September nanti.”
Fauzi Bowo mengatakan, ”Kita pecat rame-rame Pak Nurachman (Kepala Dinas Perhubungan).” atas pertanyaan wartawan jika nanti molor dari September,

Menurut Fauzi Bowo persoalan bus transjakarta harus ditangani dengan serius, ”jika koridor 8-10 selesai dibangun Juli, tetapi ternyata busnya belum ada, ini cara kerja yang tidak bertanggung jawab dan tanpa perencanaan matang.”

Fauzi ingin ada solusi agar kebutuhan masyarakat ini terpenuhi. Dia setuju sebagian dari 87 bus untuk koridor lain digunakan koridor 8-10, sambil menunggu bus baru hasil lelang selesai seluruhnya. Fauzi percaya bus-bus baru dapat beroperasi akhir tahun ini.

Dari 23 bus gandeng yang digunakan untuk jarak panjang, 10 bus gandeng di antaranya siap dioperasikan Juni ini untuk koridor yang selesai. Mengani pasokan bahan bakar gas (BBG) untuk bus transjakarta, Fauzi mengatakan, perlu dicari terobosan agar tak terbuang sia-sia waktu bus transjakarta saat mengisi BBG. Ada empty trip selama tiga jam dari 17 jam waktu bus transjakarta beroperasi setiap hari. Ini akibat dari jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas yang terbatas, hanya tiga. [dari Kompas]

Read More...

Friday, April 4, 2008

Koridor 8-10 beroperasi Juli?

Dinas Perhubungan (Dishub) sampai saat ini masih merampungkan pembangunan infrastruktur, seperti halte, jembatan penyeberangan, pengadaan bus, di koridor 8-10. Jika pekerjaan infrastruktur selesai pada Juni, perkiraan Juli tahun ini juga ketiga koridor busway dapat beroperasi.

Pembangunan halte bus pada Koridor-8 sebanyak 20 halte dengan biaya Rp103,5 miliar.Koridor-9 sebanyak 23 halte dengan biaya Rp135,7 miliar dan Koridor-10 18 halte menghabiskan Rp102,7 miliar. "Untuk tiga koridor busway itu Dinas Perhubungan DKI membangun 61 unit halte atau shelter bus,” ungkapnya. Bus Transjakarta yang beroperasi di tiga koridor itu diperkirakan mencapai 200 unit.

Terkait pengadaan bus tersebut, Pemprov DKI Jakarta memperolehnya dari pelelangan dan konsorsium. Persentasenya dibagi, yakni 40% dari pelelangan dan 60% dari konsorsium. Di lain pihak,Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Budi Widiantoro mengatakan,pengerjaan tiga koridor busway itu sudah rampung. Artinya, busway untuk Transjakarta itu sudah dapat beroperasi. "Untuk pembangunan jalan oleh PU sudah rampung. Jadi, sudah dapat dilalui busway (Transjakarta) kapan saja,” katanya kepada SINDO pagi tadi. Budi menegaskan, pihak kontraktor memberi jaminan bangunan jalur busway hingga Mei. [dari Koran Sindo]

Read More...

Monday, March 31, 2008

Masih sebulan lagi

Koridor-8 masih dalam tahap pengerjaan. "Kira-kira satu bulan lagi mas, shelter Pasar Jumat ini baru selesai," ujar Ajat, 37, salah seorang pekerja di shelter kedua setelah Lebak Bulus kepada wartawan Media Indonesia.

"Pengerjaan kami terkadang terganggu oleh cuaca, tidak mungkin kami mengerjakan pengelasan di waktu hujan, jadi kami harus berhenti terlebih dahulu," tambah Ajat.

Sedangkan untuk halte Harmoni di depan Carrefour Harmoni sudah siap digunakan, terhubung dengan koridor lainnya seperti koridor-2 dan koridor-3.

Read More...

Friday, March 28, 2008

Koridor 8-10 pinjam armada

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta belum dapat memastikan kapan busway koridor VIII, IX, dan X dapat dioperasikan. Salah satu penyebabnya, menurut Kepala Dishub DKI Jakarta, Nurachman adalah belum tersedianya armada Transjakarta untuk melayani penumpang di tiga koridor tersebut.

“Meski pengerjaan jalurnya telah rampung, dan saat ini kita tengah melakukan pekerjaan pembangunan halte dan JPO yang ditargetkan selesai Juni, tapi kita belum bisa memastikan kapan tiga koridor busway itu dioperasikan,” ungkap Nurachman, Selasa (25/3).

Nurachman mengatakan, walaupun armada dari koridor lainnya dapat dialihkan ke koridor VIII hingga X, namun tetap tidak mencukupi. "Jumlah armada belum mencukupi, walau kita telah menambah armada dengan mengadakan lelang sebanyak 87 bus untuk koridor IV hingga VII beberapa bulan lalu," ungkapnya.

Ia mengakui, dengan menggunakan bus pinjaman, jumlahnya masih jauh dari ideal. Untuk tahap awal, koridor 8-10 membutuhkan 67 unit bus. 25 bus di koridor-8, 10 bus di koridor-9, 32 bus di koridor-10.

Armada yang dipinjam adalah armada cadangan yang hanya berjumlah 29 bus. 10 bus dari koridor-1, 12 dari koridor 2-3, satu bus dari koridor-4, enam bus dari koridor 5-7.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Badan Layanan Umum Transjakarta Rene Nunumete mengusulkan agar 87 unit bus baru yang rencananya akan memperkuat koridor 4-7, digunakan terlebih dahulu untuk melayani koridor 8-10.  Telah diberitakan sebelumnya bahwa lelang 87 bus telah dimenangkan oleh PT Primajasa dan PT Lorena. [dari BeritaJakarta dan Media Indonesia]

Read More...

Tunggu auditor dulu

Wakil Ketua DPRD DKI yang juga menjabat sebagai Ketua Pansus Busway, Ilal Ferhard menuturkan pembangunan busway koridor VIII hingga X tidak dapat dilakukan sebelum auditor dari BPK mengaudit manajemen busway yakni BLU Transjakarta.

Menurutnya, peran BLU Transjakarta tidak efektif dalam mengelola busway, hal ini dapat terlihat dengan belum optimalnya pelayanan busway koridor I hingga VII. "BLU Transjakarta itu banyak kebocorannya, sehingga berdampak terhadap kualitas pelayanan busway. Kita (Pansus-red) rekomendasikan BPK untuk mengaudit BLU Transjakarta tersebut," tegasnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Ilal menegaskan, hendaknya Pemprov DKI terlebih dahulu untuk memfokuskan perbaikan pelayanan busway koridor I hingga VII sebelum memulai mengoperasikan busway koridor VIII, IX dan X yang dinilainya belum memalalui pengkajian yang matang.

Ilal menambahkan, daripada menghabiskan APBD untuk membangun koridor VIII hingga X, lebih baik dananya dialokasikan untuk penyempurnaan pengoperasian busway koridor I hingga VII yang pelayanan masih buruk. "Kita akan tahan pencairan dana dalam APBD untuk koridor VIII hingga X, apabila pembangunan tetap dilanjutkan," tambahnya. [dari BeritaJakarta]

Read More...

Monday, March 24, 2008

Kerusakan di koridor 8

Menurut Kepala Seksi Struktur Jalan Sub Dinas Jalan DPU DKI Jakarta, Hasmil HS Sasrie, perbaikan jalan rusak di koridor VIII dilakukan oleh PT Yasa Patria Perkasa dan PT Wanita Mandiri P. JO.

“Perbaikannya mencapai 45 meter persegi yaitu di Jl Pos Pengumben 20 meter persegi, dan depan Apartemen Kedoya 25 meter persegi,” ujar Hasmil. [dari beritaJakarta.com]

Read More...

Wednesday, March 5, 2008

Tiga kontraktor koridor 8-10

Wakil Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Widiantoro menyatakan, perbaikan jalur busway di koridor 8-10 masih tanggung jawab kontraktor. Ketiga koridor itu belum diserahkan ke Pemprov DKI Jakarta.

Tiga kontraktor yang mengerjakan tiga koridor itu, adalah PT Lampiri, PT Yasa, dan PT Waskita Karya. Masa pemeliharaannya enam bulan. "Terhitung sejak Desember 2007 lalu. Maka, tenggatnya Juni mendatang," ujar Budi, Selasa (4/3).

Perbaikan tiga koridor tersebut harus rampung Juni 2008. "Jika tidak, maka akan dikenakan sanksi." Tiga kontraktor tersebut akan diblacklist dan dilarang mengikuti lelang Dinas PU DKI Jakarta, jaminan pemeliharaan juga akan diambil. "Uangnya akan kita ambil dan kita kerjakan sendiri perbaikannya," tegas Budi.

Tiga koridor mengalami kerusakan seluas 13.654 meter persegi meski belum digunakan untuk bus TransJakarta, jalur tersebut kerap digunakan kendaraan lain non bus TransJakarta, termasuk kendaraan berat. Kerusakan yang terjadi mulai kerusakan ringan hingga berat.

Perincian kerusakan, Di koridor-8 kerusakan mencapai 2.443 meter persegi. Koridor-9 sepanjang 1.304 meter persegi, dan koridor-10 sepanjang 9.970 meter persegi.

Pemeliharaan atau perbaikan koridor 1-7 tengah dilakukan proses tender. "Kami harapkan Mei 2008 sudah bisa dilakukan perbaikan " APBD DKI Jakarta 2008 menganggarkan Rp 10 miliar untuk perbaikan tujuh koridor tersebut. Saat ini dilakukan perbaikan tambal, Jalan Thamrin arah Kota sepanjang 45 meter persegi, Jalan Medan Merdeka Barat 35 meter persegi, Jalan Thamrin 195 meter persegi serta Jalan Salemba sepanjang 16 meter persegi. [dari Republika]

Read More...

Sunday, January 27, 2008

Target: Juli 2008

Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta menargetkan pembangunan infrastruktur busway seperti halte, jembatan penyeberangan orang, serta pengadaaan bus untuk busway koridor 8-10 rampung pada Juni 2008 mendatang. “Jika itu rampung maka kita perkirakan pada Juli 2008, ketiga koridor busway dapat beroperasi,” jelas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nurachman , Kamis (17/1).

Diungkapkan, di koridor 8 dibangun 20 halte dengan biaya Rp 103.448.288.525, koridor 9 sebanyak 23 halte dengan biaya sebesar Rp 135.681.492.800 dan 18 halte di koridor 10 dengan biaya Rp 102.603.853.000.

Pengadaan 200 bus di ketiga koridor tersebut saat ini tengah berlangsung pelelangan dan konsorsium. “Untuk prosentasenya 40 dari pelelangan dan dan 60 persen dari konsorsium,” jelasnya.

Pagar pembatas untuk koridor 9-10 tidak akan dipasang karena jalur busway sudah sejajar dengan jalan tol yang berpagar. Pemasangan pagar pembatas di enam koridor busway berfungsi untuk mengurangi kecelakaan yang disebabkan banyak warga menyeberang sembarangan, dan dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan. Dengan pemasangan pagar setinggi 2,5 meter itu, kata Nurachman, diharapkan dapat mengurangi tingkat kecelakaan bagi penyeberang di jalur busway.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyatakan bisa menerima alasan Dishub yang baru dapat mengoperasikan busway koridor 8-10 pada bulan Juli. “Berdasarkan laporan Dishub ternyata banyak kendala teknis di lapangan yang di luar perkiraan mereka. Dan itu bisa saya terima. Lagi pula saya lebih setuju jika busway diresmikan itu setelah semuanya tuntas baik jalur maupun armadanya.”.

“Saya nggak mau meresmikan sesuatu yang masih separuh jadi karena busway ini menyangkut kepentingan masyarakat," tukasnya. [dari beritajakarta.com]

Read More...

Wednesday, January 16, 2008

20 halte mulai dibangun

20 halte dan 13 jembatan penyeberangan dengan 7 pelican cross untuk koridor 8 mulai dibangun. Pekerjaan senilai Rp 103,5 miliar yang dilaksanakan oleh PT Waskita Karya ini diperkirakan selesai Juni 2008, dan seluruh koridor 8-10 bisa beroperasi.
[klik gambar untuk memperbesar tampilan]

9 titik transfer yang ada sekarang ini nanti akan bertambah menjadi 17. Penumpang koridor 2, misalnya, bisa pindah ke koridor 9 di halte Grogol, kemudian di SWPA Semanggi bisa pindah ke koridor 1.

Jumlah bus yang dibutuhkan koridor 8 sebanyak 45 bus, atau 23 busgandeng. Total kebutuhan koridor 8-10 mencapai 204 unit bus yang berkapasitas 85 orang. Pengadaannya akan dilakukan secara simultan, lewat konsorsium operator busway atau melalui proses lelang. Dengan cara itu, diharapkan pengadaan bus menjadi lebih cepat dibanding pengadaan untuk koridor 4-7. (sumber: Wartakota)

Read More...

Wednesday, January 9, 2008

Koridor 8-10 bulan Juni

Wakil Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta Udar W Pristono menyatakan pengoperasian koridor 8-10 baru bisa dilaksanakan bulan Juni 2008.
Pemprov DKI kini sedang mengerjakan pembangunan halte sedangkan pengadaan busakan dilakukan setelah pembangunan infrastruktur selesai. "Untuk satu koridor umumnya diperlukan 50 bus," katanya.

Read More...

Wednesday, January 2, 2008

Ah separator...

Separator busway kembali mendatangkan masalah. Pagi ini, seorang polisi terjatuh akibat separator busway dan nyaris dihantam mobil dari belakang. Peristiwa itu terjadi di di Jalan S Parman, tepat di bawah jembatan penyeberangan Slipi Jaya, Jakarta Barat, dekat pintu keluar tol dalam kota.

Motor bernomor B 6271 HK yang dikendarai petugas polisi tersebut sempat terguling. Untungnya, polisi itu sigap. Begitu terjatuh, ia langsung bangun sehingga tidak mengalami luka-luka parah. Mobil pun berhasil menghindar dari kecelakaan lebih parah.

Kejadian tersebut merupakan kecelakaan kedua yang berlangsung hari ini akibat separator busway. Menurut saksi mata, kira-kira pukul 09.00 tadi terjadi tabrakan beruntun. Tabrakan itu melibatkan tiga sepeda motor.

Abrar, pengendara ojek yang mangkal di depan Pengadilan Negeri Jakarta Barat, menyebutkan, setiap hari selalu ada kecelakaan motor maupun mobil akibat menabrak separator busway di Jalan S Parman. Kecelakaan makin sering terjadi saat turun hujan. Di lokasi tersebut juga tidak ada tanda atau rambu lalu lintas. (LHW) - Kompas

Read More...

Monday, December 17, 2007

Lusa Busway Koridor 8-10 harus selesai

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Wishnu Subagyo Yusuf menyatakan para kontraktor pembangun busway koridor 8, 9 dan 10 (Lebakbulus-Harmoni, Pinangranti-Pluit, dan Cililitan-Tanjungpriok diberi batas waktu hingga 19 Desember untuk menyelsaikan pekerjaannya.

Jika hingga batas waktu tersebut, kontraktor tidak dapat menyelesaikan pembangunan fisik busway maka akan diberi sanksi administrasi.
"Satu hari permil, artinya kontraktor mesti membayar satu perseribu dikali nilai proyek," ujar Wishnu, hari ini. "seharusnya 15 Desember lalu pembangunan busway sudah selesai."

Read More...

Ruas Pondok Indah selesai

Read More...

Wednesday, December 12, 2007

No Plan No Coordination - Money First

Pemisah Busway Picu Kecelakaan
Polisi Telah Peringatkan Dishub sejak Lama

Pemisah jalan atau separator antara jalur khusus bus dan jalur umum kerap menyebabkan kecelakaan bagi pengguna kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor. Dinas Perhubungan DKI Jakarta dianggap abai dengan masalah tersebut.

Salah satu jalur khusus bus (busway) yang saban hari selalu menyebabkan kecelakaan adalah Koridor VIII jurusan Harmoni-Lebak Bulus. Lokasi rawan kecelakaan itu tepatnya berada di ruas Jalan Teuku Nyak Arief (arteri Permata Hijau), di depan Sekolah Bina Nusantara (Binus).

Heru, petugas satpam Binus, mengatakan, setiap hari dia bisa menolong puluhan pengendara motor yang terjungkal karena menabrak separator busway yang baru dipasang sebulan lalu.

Selasa (11/12) antara pukul 09.00 dan pukul 11.00 empat pengendara motor terjungkal karena menabrak separator busway itu. Seorang korban, Dodo (35), mengaku kehilangan keseimbangan ketika berusaha menghindari separator.

"Keluar dari underpass (terowongan), tiba-tiba ada separator, ya jelas kaget. Yang bikin separator ini enggak mikir," ujar Dodo, yang mengalami luka-luka di kaki dan tangan.

Siapa pun akan kaget begitu keluar dari terowongan langsung berhadapan dengan separator yang jaraknya hanya sekitar 10 meter dari mulut terowongan. Di titik rawan itu tidak ada rambu apa pun. Pada malam hari lokasi itu juga gelap.

Di ruas jalan itu juga—ke arah Pondok Indah—pada dini hari pada pekan lalu sebuah Suzuki Escudo menabrak separator hingga terloncat lalu menabrak tiang listrik.

Separator busway di tempat lain, terutama pada musim hujan sekarang ini, juga membahayakan pengguna jalan. Banyak separator yang tidak terlihat karena terendam air.

Polisi memperingatkan

Kepala Direktorat Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Yudi Sushariyanto mengatakan sudah sejak lama kepolisian memperingatkan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI tentang maraknya kecelakaan karena busway itu.

"Anak buah saya di lapangan secara khusus mencatat semua kecelakaan terkait busway. Laporannya sudah diserahkan ke Dishub. Tetapi, ya enggak ada kelanjutannya dari sana (Dishub)," ujar Yudi. (SF) -
Jakarta, kompas

Read More...

Friday, November 23, 2007

Kesepakatan tercapai

Warga Pondok Indah mempersilakan proyek busway diteruskan karena sudah ada jaminan bahwa kawasan Pondok Indah akan menjadi lebih indah. Selain itu, aspirasi warga pun terakomodasi.
Penasihat Hukum warga Pondok Indah, Egy Sudjana, menegaskan hal itu kepada SH, Kamis (22/11), usai mendampingi warga Pondok Indah bertemu Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Prijanto di Balai Kota Jakarta.

“Proyek busway dipersilakan jalan terus karena warga telah mendapat jaminan dari Wagub Prijanto bahwa kawasan Pondok Indah akan ditata lebih indah,” kata Egy.
Selain itu, ketentuan mengenai amdal pun akan dilaksanakan. Hanya warga diminta sabar karena pembangunan perlu waktu.

Bahkan, busway yang melintasi kawasan Pondok Indah sekitar dua kilometer lebih ini pun tidak khusus busway, tapi juga berlaku untuk kendaraan umum atau dikenal dengan mix traffic.
Wagub Prijanto mengatakan, memang sesuai rencana kawasan Pondok Indah akan ditata lebih baik. Di jalur itu juga akan menggunakan mix traffic. Pertemuan dengan warga Pondok Indah berlangsung baik.

Kepala Dinas Pertamanan Jakarta, Sarwo Handayani secara terpisah kepada SH mengatakan, pihaknya menjamin penataan Pondok Indah akan menjadi lebih baik. Selain ditata lebih baik, semua pohon yang dibongkar sehubungan dengan proyek busway akan diganti dengan pohon yang sama.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jakarta, Wisnu Soebagio, secara terpisah kepada SH mengatakan, semula di kawasan Pondok Indah ada dua jalur. Satu jalur dipakai busway sehingga tersisa satu jalur. Pemda lantas menambah satu jalur dengan mengoptimalkan lahan yang ada sehingga secara keseluruhan ada tiga jalur. (andreas piatu) Foto: Dikhy Sasra - DetikFoto

Read More...

Thursday, November 1, 2007

Ruas-ruas mixed-traffic

1. Terminal Lebakbulus hingga Simpang Ciputat-Lebakbulus (Pasar Jumat)
2. Jl RA Kartini - pintu masuk Tol Pondokpinang hingga Simpang Pondok Indah
3. Underpass Pondokindah
4. Underpass Bungur
5. Underpass Jamblang
6. Fly-over Permata Hijau
7. Jl Supeno - Apartemen Permata Hijau hingga RS Medika
8. Jl Panjang - Simpang Pos Pengumben hingga Jl Suharso
9. Jl Panjang - Simpang Pos Pengumben hingga Kedoya Duri-Kedoya Raya
10. Jl Daan Mogot - Simpang Jl Panjang-Jl Daan Mogot hingga fly-over Pesing
11. Jl Daan Mogot - Simpang Green Garden hingga Jl Tubagus Angke (dua sisi)
12. Jl S Parman sisi timur - depan eks kantor Wali Kota Jakbar hingga Simpang Tomang

Read More...